3 Cara Organisasi Agama Menggunakan Teknologi untuk Selamatkan Masyarakat dari Pinjol

Arif Akbarul Huda
3 min readJun 25, 2024

--

Selain berfungsi sebagai serikat berkumpul orang banyak, organisasi tersebut juga memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal keuangan.

gambar diambil dari bisnis.com

Desclimer : tulisan ini dirilis pada media cetak Tribunjogja 26 Juni 2024 ( tautan )

Di era digital saat ini, kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal keuangan. Salah satu fenomena yang semakin berkembang adalah praktik pinjaman online. Meskipun menawarkan kecepatan dan kemudahan dalam mendapatkan dana, namun pinjaman online juga menjadi sumber masalah baru di masyarakat. Banyak masyarakat yang terjebak dalam jerat utang karena ketidakmampuan membayar kembali pinjaman. Di Indonesia, masalah ini menjadi sorotan utama, mengingat dampaknya yang cukup signifikan terhadap keuangan individu.

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman agama yang kaya. Berbagai organisasi agama, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan berbagai denominasi Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, serta kepercayaan lainnya. Selain berfungsi sebagai serikat berkumpul orang banyak, organisasi tersebut juga memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal keuangan.

Organisasi agama dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk menanggulangi masalah pinjaman online. Dengan pendekatan yang bijaksana, organisasi agama dapat memberikan solusi dan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. Contoh teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah sebagai berikut.

Pertama, Pendidikan Keuangan Digital. Pembuatan platform edukasi keuangan digital yang dapat diakses oleh anggota organisasi agama maupun masyarakat umum. Melalui platform ini, informasi tentang manajemen keuangan, pengelolaan utang, dan cara bijak menggunakan produk keuangan digital dapat disampaikan secara lebih efektif.

Kedua, Platform Pembanding Pinjaman. Organisasi agama dapat membantu mengembangkan platform pembanding pinjaman online yang memberikan informasi tentang suku bunga, syarat pinjaman, dan ulasan dari pengguna sebelumnya. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk memilih pinjaman dengan lebih bijaksana.

Ketiga, Teknologi Blockchain. Penerapan teknologi blockchain dalam pengelolaan dana dan informasi keuangan organisasi agama dapat meningkatkan transparansi dan keamanan. Kontrak pintar (smart contracts) berbasis blockchain juga dapat digunakan untuk mengotomatisasi pembayaran dan memastikan kepatuhan terhadap kewajiban.

Teknologi-teknologi tersebut dapat dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, antara lain sebagai berikut.

designed by freepik

Lokakarya Pendidikan Keuangan. Mengadakan lokakarya atau seminar tentang pendidikan keuangan bagi anggota organisasi agama dan masyarakat umum. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan pribadi, pemahaman tentang pinjaman online, dan strategi penghindaran dari praktik pinjaman yang merugikan.

Pengembangan Aplikasi Edukasi Keuangan. Membuat aplikasi mobile atau platform web yang menyediakan konten edukasi keuangan, kalkulator penghitungan bunga pinjaman, dan tips-tips mengelola utang dengan bijak.

Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan dan Pemerintah. Organisasi agama dapat bekerja sama dengan lembaga keuangan dan pemerintah untuk mengembangkan regulasi yang lebih ketat terhadap praktik pinjaman online yang merugikan masyarakat.

Dengan memanfaatkan teknologi dan menggandeng berbagai pihak, organisasi agama di Indonesia memiliki potensi besar untuk memberikan solusi yang holistik dan berkelanjutan terhadap masalah pinjaman online dan pengelolaan keuangan masyarakat secara luas. Hal ini sejalan dengan misi mereka dalam mendorong kesejahteraan dan keadilan sosial.

--

--