Banyak Referensi dan Banyak Bingung

Pernahkah anda merasakan semakin tahu banyak hal, justru semakin bingung?

Banyak tahu vs Sedikit tahu

  • Saya tahu bagaimana cara kerja aplikasi semacam Traveloka terhubung ke server
  • Saya tahu bagaimana cara membuat aplikasi semacam Go-Jek, yang membuat konsumen bisa terhubung dengan driver
  • Saya tahu bagaimana cara membaut apliaksi semacam Whatsapp, yang memungkinkan antar penggunanya bercakap dua arah secara realtime.

Karena tahu how it works-nya, maka pada saat saya membangun teknologi untuk mendukung hepicar, saya jadi paranoid. Jangan-jangan bagian pushnotification-nya ndak jalan. Jangan-jangan error-nya belum di handle. Jangan-jangan, ah jadi banyak kekhawatiran.

Lain ceritanya ketika saya naik pesawat. I don’t know how the airplane works. Baik mesinnya, radarnya, radionya, pengendali sayapnya, penggerak rodanya, aerodinamikanya. Saya percaya begitu saja dengan teknologi di pesawat.

Rupanya semakin kesini, saya merasa hanya sedikit tahu secuil hal. Ada banyak hal-hal yang tidak terjangkau oleh saya seperti kesehatan, urusan poilitik, sosial, pendidikan, bahkan sampai masa depan anak. Urusan begini saya lebih pasrah dan percaya saja pada pihak-pihak terkait. Tugas saya hanya menjalankan upaya sesuai prosedur (SOP).

Mendekati nol.

Apalagi urusan kehidupan. Menjalankan upaya sesuai SOP, pasrah dan percaya pada pemilik Kehidupan, hanya ini yang bisa saya lakukan. Mungkin beginilah cara kerja Iman. Allah yang maha tahu segala sesuatu, sedangkan kita atas banyak hal lebih banyak tidak tahunya. Kalau dijelaskan dengan bahasa matematika, tingkat pengetahuan saya itu ukuranya mendekati nol (limit 0). Seperti gelap, hampir buta.

Diluar akal.

Tentu saja sebagai manusia modern yang mengandalkan logika, perjalanan dari makah ke palestina dalam waktu sekejap adalah hal mustahil. Coba kita lihat percakpaan dua ekor semut mumut dan memet berikut.

Mumut : Hi, aku baru saja pergi jauh lho. Orang-orang menyebutnya Kota Jakarta.

Memet : Ah, Bagaimana mungkin?!. Wong kamu tadi pagi subuh masih di sini (Yogyakarta), sekarang masih jam 5 sore.

Mumut : Iya, tadi aku ga sengaja masuk ke tasnya Juragan Cak Mamat. Dia ada urusan penting di Jakarta sehingga naik pesawat PP.

Memet : Ah ngaco kamu!

Semakin tahu banyak hal, justru semakin bingung. Rupanya beginilah cara kerja Iman. Untuk hal-hal diluar jangkauan, lebih baik kita percaya dan pasrah saja pada expert. Tugas kita adalah berikhtiar sebaik mungkin untuk menjalankan perintah dari expert sesuai petunjuk (SOP). Urusan kehidupan, Allah swt ahlinya.

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda