Internet of Things 2016, Something you’ve never seen before (part 1)

Yogyakarta, 19 November 2016 melalui KMTEDI Sekolah Vokasi UGM saya diberi kesempatan untuk menjadi salah satu pemateri seminar nasional. Seminar nasional yang dikemas dalam tema “Development Of IoT As The Future Of Indonesian Technology” sebenarnya merupakan puncak dari rangkain acara “Nerd Corner Competition and Festival (NCCF)”. Sebelumnya, digelar juga rangkain lomba line follower tingkat umum dan mahasiswa.

Oleh panitia, saya diberikan sesi ketiga setelah pemateri kedua yaitu Bapak Mardani Riasetyawan. Salam hormat buat beliau, riset dan pemikirannya selalu saja mampu menghadirkan semangat dan energi baru bagi pendengarnya. Sebelumnya pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Bapak Martin Kuniadi (CEO Geeknesia) mengenai peran Geeknesia dalam mendorong pertumbuhan industri teknologi khusunya bidang Internet of Things (IoT).

Something you’ve never seen before!

Sebuah tagline yang (jujur saja) baru saya temukan pagi hari ba’da shubuh pada hari-H. Lima menit pertama saya habiskan untuk membahas tiga contoh terapan teknologi IoT bisa ditemukan di Yogyakarta seperti Mi Band, Mesin cuci yang bisa dikendalikan melalui smartphone android dan Hico (produk smart home yang lahir dari kempus teknologi STMIK AMIKOM Yogyakarta). Lima menit berikutnya saya import contoh-contoh teknologi terapan IoT dari luar negeri seperti trackR, Wemo (smart switch), smart parking dan plantLink (Gambar berjudul another example).

Apa definisi dari Internet of Things ?

Saya melontarkan pertanyaan tersebut kepada peserta, setelah mennyampaikan beberapa contoh terapan. Pada intinya IoT memungkinkan berbagai benda mati (fisik) saling berkomunikiasi, saling bertukar data seperti seolah-olah bernyawa. Secara literasi, definisi IoT bergantung pada siapa yang menjelaskan. Apabila kita bertanya definisi IoT kepada vendor networking (misal cisco), maka (kemungkinan) mereka akan memberi penjabaran panjang lebar dan cenderung menekankan pada sudut pandang konektivitas. How are they connected each other?. Sedangkan apabila kita bertanya kepada vendor database (seperti oracle), mereka akan menjelaskan hal yang serupa namun lebih cenderung menekankan pada data yang dihasilkan. How are you collected the data? kemudian mereka akan menawarkan solusi-solusi infrastrukturnya.

Pendorong lahirnya teknologi IoT

Ada tiga hal yang menyebabkan IoT semakin berkembang. Pertama, berdasarkan hasil survei setiap orang rata-rata terhubung dengan 26 perangkat cerdas. Memang di Indonesia belum sebanyak itu sih, namun masuk akal juga mengingat saya sendiri saja dalam aktivitas sehari-hari terhubung dengan 5–8 perangkat (laptop, handphone, PC dll). Kedua, trend nomor satu tersebut dapat dignuakan untuk memperkirakan jumlah perangkat yang saling terhubung hingga empat tahun kedepan. Diperkirakan pada tahun 2020 terdapat sekitar 70 miliar perangkat terkoneksi. Ketiga, berbagai macam industri mulai beralih ke arah automation system menggantikan peran manusia. Diramlakan, terapan teknologi IoT lebih banyak digunakan oleh industri business/manufacturing.

Apakah kamu tertarik dengan teknolgi Internet of Things? simak ulasan presentasi seminar nasional Development Of IoT As The Future Of Indonesian Technology selanjuntya. ( part 2 )

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda