Jangan Ngaku Programmer kalau Tidak Memiliki 4 Hal Ini

Salah satunya curiosity, yaitu rasa ingin tahu yang besar.

Bermula dari interview calon programmer, saya menjumpai kejadian unik. Seseorang mencooba ikut apply lowongan, dengan pilihan sebagai frontend developer. Requirement dari saya waktu itu adalah VueJS.

Saya bisa membuat desain karena latar belakang saya konsentrasi multimedia. Menurut teman saya, pilihan yang paling dekat dengan kemampuan saya adalah frontend developer. Katanya nanti frontend ada desainnya juga”, ujar calon programmer.

Waduh, nekat nih anak! Saya sendiri malah semakin penasaran untuk mengeksplorasi kemampuanya dengan pertanyaan “Bisa menggunakan VueJS ?”

“Belum, saya hanya tau HTML dan CSS dulu dapat materi dari kuliah”, katanya.

Saya jadi tidak tega untuk melanjutkan pertanyaan berikutnya mengenai cara debugging apabila saat coding menjumpai error. Saya urungkan pertanyaan itu, lebih baik untuk ngobrol hal lain saja.

image is taken from https://www.techadvisor.co.uk/test-centre/gadget/best-coding-games-toys-for-kids-2018-3635899/

Pernah suatu ketika, saya melakukan debugging sampai terbawa mimpi. Beneran, mimpi ngoding!. Nah menariknya, hal ini juga terjadi diantara teman-teman programmer lainnya. Bahkan (maaf) saat sembahyang pun malah kepikiran debugging.

Apabila Anda pernah mengalami hal serupa, bisa jadi Anda cocok sebagai programmer. Setidaknya, ada empat hal penting yang harus Anda perhatikan sebelum membranding personal sebagai programmer.

Sekarang kembali ke masing-masing pribadi. Apa benar, hendak membranding secara personal sebagai programmer tanpa empat hal diatas?

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda