“Merdeka ndasmu!” umpat Parjo dalam hati.

Meskipun Parjo hanya mengenyam pendidikan sampai SMA, namun pola pikir kritisnya di akui banyak orang, termasuk guru Seharahnya. Pak Tohar sampai kewalahan meladeni debatnya Parjo. Waktu itu Parjo bertanya kepada Pak Tohar, guru sejarahnya, dengan nada polos “Apa benar Indonesia merdeka?”.

“Ya tentu saja!! Sejak diproklamasikan kemerdekaan RI tahun 1945, penjajah kumpeni Belanda tidak lagi menjajah kita!” Jawab Pak Tohar lugas.

“Pak Guru, maaf, kalau sedang menggosok gigi menggunakan merk apa?” tanya Parjo.

“hahahah… kamu itu ngaco saja pertanyaanya. Sejak kecil saya selalu menggunakan Pepsodent untuk gosok gigi dan Lifeboy untuk mandi.” Pak Tohar tertawa ringan.

“Pak Guru, maaf, kalau saya perhatikan sejak bangun tidur pak Guru menggunakan produknya Unilever. Untuk menuju sekolah Pak Guru naik mobil Toyota Avanza. Sampai dikelas, Pak Guru selalu mengeluarkan laptop kecil Lenovo. Kemarin waktu saya mengikuti Les dirumah Pak Guru, tidak sengaja saya melihat TV LED merk Samsung yang nempel di dinding. Beberapa lampu saya perhatikan merknya Philips. Hp yang bapak pegang sepertinya merk Xiaomi. Pertanyaan saya, dari sekian banyak barang yang Bapak gunakan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi adakah produk orisinil dari Indonesia?” , kali ini Parjo melontarkan pertanyaan dengan muka serius khawatir Pak Gurunya marah.

Kini teman-teman seusia Parjo duduk di bangku Kuliah semester 4. Mereka terlihat heboh sekali menyambut datangnya berbagai macam teknologi. Ada Facebook, Twitter, Google, whatsapp, Instagram, Medium, Youtube, netflix dan entah apalagi. Bagi Parjo semua informasi yang tersebar di Internet adalah sampah, termasuk berita-berita terutama soal berita politik. Parjo mengaggap semua sebagai sampah yang tidak perlu dikoleksi apalagi dipikir. Cuma menuh-menuhin otak saja. Kecuali informasi itu benar-benar bernilai manfaat bagi Parjo. Lagi lagi Parjo masih berpikir tajam, adakah diantara produk-produk teknologi internet ini yang orisinil dari Indonesia?

Saking lelahnya Parjo berpikir, akhirnya dia tertidur pulas sambil mendengarkan lagu yang diputar di handphone sony yang sebenarnya juga bukan orisinil produk Indonesia.

“Merdeka ndasmu!”

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda

Coding | Writing | Sharing. Co-founder Hepicar. IG www.instagram.com/akbarul.huda